Wednesday, November 13, 2013

mental babu

Beberapa tahun belakangan ini saya sering berdiskusi dengan teman mengenai apa yang saya sebut dengan mental babu dan mental sukses. Biasanya diselingi dengan ketawa-ketawa ngakak, dan seiring bertambahnya waktu dan semakin seringnya didiskusikan pendapat saya mengenai kedua klasifikasi ini juga mengalami beberapa revisi dan perkembangan.

Yang saya maksud mental babu, adalah mental dimana seseorang itu kalau mengerjakan sesuatu tidak maksimal, menuntut hak selalu. Tidak mengerti alasan diminta untuk mengerjakan suatu pekerjaan, dan kemudian menyalahkan orang lain atas ketidak mampuannya. Lalu tidak juga kunjung menjadi pintar dalam bidang tersebut.

Mental sukses adalah tipe yang jika diminta mengerjakan satu pekerjaan hari ini, besok dia sudah tau cara mengerjakannya yang lebih efisien, dia mengerti alasan mengapa dia perlu mengerjakannya, dan kemudian dia sudah menjadi ahli dibidang tersebut. Tanpa banyak mengeluh dan penuh tanggung jawab. Jika dia tidak mengerti akan mencari tahu dan kemudian menjadi ahli dibidang tersebut dalam waktu singkat.

Terserah mau jadi yang mana, tetapi jika kamu saat ini merasa bukan babu tapi deskripsinya ada dibagian pertama; maka lebih baik kamu mencari pekerjaan lain. Karena pembantu dirumah pun bisa jadi pinter, kenapa kamu yang anak sekolahan ga pinter-pinter. 

cheers




No comments:

Post a Comment